100-ku, 100-mu, 100 kita, 100-mereka


--Risalah--
Bukan karena pengangguran yang membuatku menulis. Masih banyak hal yang bisa dilakukan jika hanya sekedar untuk mengisi waktu. Sepakbola, PS-an, Tidur, atau ikut tim demo bayaran. Dan menulis bukan hanya sekedar menjejali kekosongan-kekosongan yang tersedia. Jauh lebih besar dari itu, tentu saja. Ia tak rendahan seperti halnya pacaran yang childish.
Jangan remehkan seorang penulis jika sudah memegang pena. Ia bisa lebih mengerikan dari polisi atau tentara. Satu tembakan tentara hanya mampu menembus satu kepala. Tapi satu tulisan penulis bisa menembus milyaran otak manusia.

^-^
Jadi begitulah. Waktu yang cukup panjang tanpa postingan. Cukup mengerikan untuk seorang blogger personal yang sering berkoar tentang menulis. Maafkanlah daku! Tapi bukan berarti tanpa posting adalah tanda tanpa menulis. Kehidupan tanpa menulis sama halnya perang tanpa senjata. Bukankah begitu saudara-saudara setanah air?
Selamat datang september, aku ucapkan selamat datang kepadamu yang sudah membawa bagian dari anugerah berupa mampu mengisi blog kembali. Tulisan ke 100!
Kenapa yang di-istimewakan orang-orang adalah angka 100. Kenapa tidak  87, misalnya. Atau 92, atau 96. Ya, seperti itulah. Keistimiwaan seratus yang misterius. Ia hanya sebuah angka 1,0,0 yang sebenarnya tidak ada istimewanya, seperti paduan angka-angka yang lain. Tapi nyatanya ia menjadi angka puncak untuk nilai sekolah. Anak sekolah yang mendapat nilai seratus akan berlonjak bahagia karena mendapat nilai sempurna, puncak nilai. Postingan ke-100 ini pun juga sekedar cara untuk menghormati orang-orang yang mengistimewakan angka tersebut.
Terlepas dari berapa yang sudah terposting. Yang pasti, blog ini sudah melewati perjalanan terjal dalam karirnya. Ia hidup dalam keadaan tak menentu. Bahkan terkadang penulis tunggalnya sama sekali tidak mengisinya dalam satu bulan penuh. Dan hal tersebut tentu adalah bagian dari kekejaman seorang penulis terhadap blog yang dipeliharanya.
Ia mengalami awal kehidupan yang bimbang. Pernah menjadi tempat menulis, yang dalam beberapa waktu berikutnya, tulisan dihapus kembali oleh penulisnya. Begitu seterusnya. Lalu berganti template, desain, dengan berbagai model. Pernah hanya menjadi sarana berlajar edit html. Pernah menjadi galleri desain grafis. Yang pada akhirnya, kini bermuara pada jalur yang utuh. Kembali ke model awal, tempat menampung tulisan. Tentu mudah ditebak, bahwa pemelihara blog ini sangat plin-plan dalam menentukan konsep terciptanya blog ini. Meski pada akhirnya menemukan kemistrinya. Namun perjalanan yang bergolak tersebut tentu bukan sejarah yang bagus untuk sebuah blog yang ingin sebuah kepastian dan kejelasan nasibnya. Tidak digantungkan masa depannya.
Postingan 100 ku (untuk empu dari blog yang terkadang mulai melirik menulis ditempat lain. Bisa disebut mempoligami blog). 100 mu, (untuk blog yang senantiasa diam, tanpa protes meski sudah diperlakukan secara semena-mena). 100 kita (untuk perjalanan kita {aku dan blog} yang sudah dan akan kita jalani selanjutnya). Dan 100 mereka (untuk para pembaca yang telah meluangkan waktunya untuk menyesatkan diri berkunjung ke tempat ini).
Baiklah, ini pengakuan jujur dari hati yang terdalam. Bahwa penulis blog ini merasa gagal dalam membina hubungan baik dengan posting. Pernah tidak memberikan nafkah lahir bathin dalam jangka waktu yang lama. Aku minta maaf sedalam-dalamnya atas kekhilafan tersebut. Bahkan 100 ini adalah 100 yang telat. Setelah ada tulisan yang mengalami penghapusan. Sampailah posting ke-100 di tahun ke 4 menjadi blogger. Memalukan sekali. 
Meski begitu, aku tak berani berjanji akan berada pada intensites yang utuh dalam merawatnya. Problem-problem yang menghadang seringkali datang tanpa salam. Naah, itulah yang kadang merenggangkan hubunganku dengan posting. Paket (aku anggap sebagai prime problem, meski sebenarnya tidak juga), kesibukan (bohong), menulis di tempat dan untuk hal lain, dan yang pamungkas dari segala problem-problem tersebut adalah, MALAS. Penyakit mematikan yang mengerikan. Dan untunglah, Tuhan berkenan menyingkirkannya saat ini, dan kini dimampukan untuk menulis kembali.
Awal yang cukup baik untuk comeback (lagi). Mengisi waktu dengan dunia blog, dunia menulis beserta suka dukanya. Sejarah dan masa depannya. Posting ke 100 yang harus menjadi titik balik yang bijak dari seorang penulis amatir yang esok hari akan mentransformasikan dan ditransformasikan menjadi penulis profesional nan berkualitas. Amiin.

Salam kagem penjenengan sedanten



Kamis, 11 September 2014



Komentar

  1. Selamat posting an ke 100 nya broooooo \=D/ *tabur menyan*
    Salam kenal. Anggota baru di BE \m/

    BalasHapus
  2. Wah post ke 100 itu berasa jadi tolak ukur untuk pendewasaan :p
    mirip-mirip lah sama masa akil balik :D
    tetap berkarya dan semangat kakaaaa~

    BalasHapus
  3. Keseratus ya, selamat aja buat pencapaian barunya. Salam kenal dari Pangeran Wortel.

    BalasHapus
  4. Memang susah untuk kita berkomitmen dalam menulis. Karena begitu banyak kesibukkan di dunia nyata yang terkadang membuat kita harus melupakan sejenak dunia maya. Semoga blognya selalu ada postingan baru :)

    BalasHapus
  5. Selamat.. udah sampe ke 100.
    Yang lain gak boleh kalah nih.
    Memang butuh konsistensi dalam menulis di blog..

    BalasHapus
  6. Wah kamu udah lama kagak nulis ya, sama berati. Udah itu komennya, gak perlu panjang2, karena nasib kita sama

    BalasHapus
  7. Semoga lebih rajin posting ya :)

    BalasHapus
  8. Sugeng rawuh malih nggih, Moti. Mugi mugi saged aktif wonten blog. Mboten kesupen kewajibane, lan kedah eling menawi blog nggih butuh asupan postingan anyar. Hehe *yang enggak ngerti goole translate ye :p

    Semoga sukses ke depannya^^

    BalasHapus
  9. Selamat ya untuk postingannya yang ke 100. Aku juga masih suka males buat nulis di blog. Suka deh sama qoutenya yang "Satu tembakan tentara hanya mampu menembus satu kepala. Tapi satu tulisan penulis bisa menembus milyaran otak manusia."

    BalasHapus
  10. Semoga terwujud, kak Mot.. jadilah penulis hebat, kelak :D Aamiin..

    Selamat juga untuk blog ini, untuk kak mot, juga untuk kita {pembaca}, aku seratus untuk masing-masingnya. Angka seratus yang misterius untuk masing-masing yang juga misterius, haha. Selamat juga telah kembali, kak mot. Untuk sekadar mengabari kami, membawakan berita gembira, kami turut senang dong, pastinya :)

    Semoga makin jaya.. moga bener-bener comeback..

    BalasHapus
  11. wekku wes 360 mot. njaluk toh piye? wkwkw

    BalasHapus
  12. selamat ya untuk postingan yang ke 100,semoga postingannya semakin menginspirasi.ya sesuai quotenya "Satu tembakan tentara hanya mampu menembus satu kepala. Tapi satu tulisan penulis bisa menembus milyaran otak manusia."

    BalasHapus

Posting Komentar