Jari PKI


http://tanbihun.com/
Kadang kita memang perlu benar-benar menganalisa hal-hal yang buram, agar ada kejelasan. Seperti contohnya kampanye hitam, kadang pun perlu “sok” menjadi detektif untuk mencari kebenaran yang sebenarnya terjadi. Tapi jangan kaget, ketika suatu saat anda mengemukakan temuan fakta yang terjadi, namun banyak orang yang tidak percaya. Sudah terlanjur terkontaminasi. Biasalah,,,kadang fakta memang sulit diterima. Termasuk fakta bahwa anda adalah jomblo. Ya, fakta. Dan anda harus bersyukur dengan predikat tersebut, harus bangga.

Suatu hari, saya bertemu dengan seorang mandor bangunan. Sudah agak tua, sekitar 60 tahunan. Selera humornya masih sangat tinggi. Namanya,,,disamarkan (Tidak lulus sensor). Inisialnya Pak Hambali. Beliau bercerita banyak tentang masa mudanya, track record menjadi tukang batu dan mandor. Panjang lebaaaaarrr, sampai pada suatu tema yang membahas tentang korelasi perempuan dan laki-laki. Saya tidak tau kenapa sampai dipembahasan sana, tapi apa yang dikatakan oleh Pak Hambali sangat menarik. Sejarah yang banyak orang tidak tau. Semoga menjadi pelajaran berharga buat kita di masa sekarang dan mendatang.
Jadi, dulu itu kalau punya istri cantik agak bahaya. Beliau tidak menyebutkan tahun, tapi kemugkinan berkisar pada tahun 60-an. Kalau punya istri cantik dan ada seorang laki-laki yang menyukai perempuan tersebut, apa yang dilakukan? Extreeeeeeem!!! Laki-laki tersebut bisa dengan mudah mempermainkan jarinya untuk mendapatkan perempuan yang sudah menjadi istri itu. Bukan..bukan...tidak dengan gigit jari. Tapi dengan menggunakan jari PKI.
Ya, menggunakan jari PKI. Jarinya menuding suami dari perempuan tersebut sebagai PKI, dan secara otomatis (seolah-olah) suami tersebut “halal” dibunuh.
Ini fakta memprihatinkan. Tepat ketika saya mulai berfikir bahwa korban yang terbunuh dari PKI banyak yang sebenarnya tidak tau apa-apa. Korban fitnah belaka. Mungkin sebab menjadi salah satu bagian dari simpatisan partai yang merasa bahwa partai PKI dapat memberikan kehidupan yang layak. Salah? Mereka tak tau apa-apa dan berusaha menumpukan harapan pada hal menurutnya realistis. Dan sama sekali tidak tau tentang terjadinya kasus pembunuhan jendral-jendral yang masih buram tersangkanya. Dan mereka tak ikut apa-apa tentang saling bunuh antar rakyat yang terjadi. Murni tak tau apa-apa, dan faktanya, banyak yang ikut mati dengan tidak terlibat pergerakan apapun dengan PKI.
Cerita Pak Hambali cukup memberikan gambaran, bahwa sebenarnya terbunuhnya orang yang dianggap PKI berawal dari iri atau dengki. Hanya soal suka dengan istrinya, melawang nyawa suaminya agar ia dapat memperistri perempuan tersebut. Dan mungkin korban-korban mati lainnya pun juga bermula dari hal-hal yang tidak jauh berbeda. Menggunakan jari PKI karena belum bayar utang, tidak suka, dendam, dan lain sebagainya. Mengerikan!
Itu sedikit cerita dari Pak Hambali yang sifatnya unversal. Banyak cerita, tapi agaknya tidak pantas diceritakan disini.
Dari perbincangan dengan beliau, saya sadar. Kemanangan orang tua adalah pengetahuan yang bertumpuk sebab memikul banyak pengamalan yang sama sekali belum kita miliki. So, kita perlu banyak belajar dari yang pengalaman tentang hidup. Banyak yang belum kita tahu, yang mereka sudah pernah merasakan
Salam

Komentar

  1. Mudah-mudahan tindakan jari PKI ini gak ada copy paste nya di zaman sekaran ini ya bro... sesat banget soalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiin..semoga nggak ada di zaman ini

      Hapus
  2. dan banyak juga yang belum tau kalau sebenarnya G30SPKI itu adalah sebuah kospirasi yang di buat untuk mengkudeta soekrano yang saat itu menjabat sebagai persiden RI.

    sejarh mamang gue rasa berkembang mot, nggak tetap. kalau di telusuri, mungkin saja ada persepsi yang salah tentang semua yang kita pelajari waktu SD sampai SMP tentang PKI..

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju....beberapa buku yang saya baca juga mengungkapkan hal ini....
      belum jelas..mana yang benar...tapi semoga hal seperti ini tidak terulang

      Hapus
  3. wah kampret banget itu bang, kalo mau sesuatu tinggal bilang dia pki aja, asli hidup saat itu emang ekstrim dan nggak adil banget..
    Btw, awalnya gue salah baca judul, gue kirain tadi Jari TKI, maksudnya tki yang jarinya putus, eh taunya salah. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahahahahahaha.....sekarang entah kenapa judul tulisan jadi aneh-aneh

      Hapus
  4. Berbagi cerita dan pengalaman sama orang yang jauh lebih dewasa emang banyak memberikan pembelajaran hidup. Jadi belajar bukan hanya bisa dari buku, tapi dari pengalaman orang lain yang lebih dewasa. Oh yaa, gimana ceritanya kk bisa tau-tau ngomborl sama pak hambali? diceritain juga dong kak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. dia itu mandor bangunan di pondok sini

      Hapus
  5. inisialnya pak hambali -_____- zzzz

    eh itu seriusan :| kalau punya istri cantik bisa gitu -_- yaa salam.. dunia oh dunia..
    kalau zaman sekarang , kalau punya pacar atau istri cantik mungkin bisa juga jari homo. tinggal tunjuk dan teriakin si lelakinya homo.. mungkin bisa begitu -_-

    tapi, emang seram sekali zaman dahulu kala.. semuanya masih memegang yang kuat yang berkuasa :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalut banget lah waktu itu....nggak mau mikir panjang..dan hasilya...darah

      Hapus
  6. Gilak ngeri banget ya -__-
    jadi cowok bisa ngrebut cewek-cewek cantik dari pacarnya dengan nuding aja tu si cowok pki -___-

    BalasHapus
    Balasan
    1. hati-hati dengan keadaan suami anda..kalau anda hidup di masa lalu

      Hapus
  7. waah agak serem juga yaa mas kalo punya istri cantik di jamannya pak Hambali tersebut. nyawa kita bisa terancam. tetapi yang menggunakan jari PKI tersebut sebenernya dimana yaa hatinya? masak cuman gara-gara iri dan dengki saja bisa menuding seenaknya dan bisa membunuh orang seenaknya. jadi, kalo mau cari aman yaa cari istri yang biasa-biasa aja yaa wkwk

    bener banget mas. terkadang orang yang terlihat sudah tua dan pikun sebenernya punya pengalaman yang banyak banget. terkadang kita sebagai anak muda sering mengatakan 'ah, udah tua tahu apa mereka.' kita sebagai anak muda sering meremehkan mereka. tapi faktanya, mereka jauh berpengalaman daripada kita yang masih bau kencur ini.

    BalasHapus
  8. eh ini beneran ya mot? jari PKI itu apa? aku kok nggak tau sih..
    baca ceritanya si bapak bikin kaget. sampe bunuh bunuhan gitu.. ngeri banget kalau punya istri cantik (zaman dulu) -___-

    BalasHapus
  9. Setelah baca gue jadi mikir, kalo istri di dalam tulisan ini anggap aja negara.
    Dan sekarang lagi musim kampanye, untuk mendapatkan istri orang, apapun bakal dilakukan. Walaupun dengan cara kotor sekalipun, hingga pake fitnah. Kampanye hitam.
    Betul gitu nggak ?
    Tulisan lo cerdasnya minta ampun :)

    BalasHapus
  10. Ini tulisan harus gue akuin, tulisan yang mengemukakan misteri menjadi khalayak. dan ditutup dengan serangkaian kata-kata yang inspiratif.

    aku tersimpuh(eh maksudnya terkesima bung).
    kereeenn...

    BalasHapus
  11. Betul banget. Orang tua itu banyak pengalamannya. Gua juga sering mendengarkan cerita - cerita orang tua, tentang susahnya mereka untuk makan dulu.

    Cerita mereka selalu menarik untuk didengar, karena kita tidak pernah mengalaminya.

    BalasHapus
  12. kasihan sekali, karena rasa iri dengki mereka yang bernasib sial berakhir dengan tragis
    semoga Indonesia ke depannya ga seperti itu lagi

    bener banget, orang yang lebih tua memang menang pengalaman daripada kita, dan kita harus banyak belajar

    BalasHapus
  13. Moci sekarang postingannya ada lawak-lawakan nih. Bawa-bawa jomblo, yang tentang inisial juga-___-

    Itulah sebabnya aku suka pengen nanya sama nenekku tentang zaman dulu. Pernah sih tanya-tanya zaman penjajahan. Katanya hidup mereka nggak tenang. Takut tiba-tiba diapain. Nggak bisa diem menetap di satu rumah. Pokoknya mencekam selama bertahun-tahun.

    Dan cerita dari Pak Hambali juga membuktikan meskipun udah merdeka, sebenernya kita belum seutuhnya merdeka. Ya buktinya masih nggak tenang dan nyaman. Aduh kalau gitu caranya mending kabur ke luar negeri pake pintu doraemon aja deh :(

    BalasHapus
  14. Ohh... Gitu toh. Sebenernya kurang paham jg sih. Tapi klo zaman pak hambali itu kyak gtu, sadis yak. Ad cwe dkit, trus pacarnya d anggep pki, bis itu d bunuh deh. Sadiissss... Semoga zaman sekarang ga ad yg kayak gtu yak, aminn.

    Moti, ini gue msih kurang sreg sma cerita lo deh. Anggak nyangkut gimanaaa gtu. Menurut gue sih. Hehehe

    Lo mondok dmna mangnya, mot?

    BalasHapus

Posting Komentar