Malam-Malam Buram

Selamat malam kematian, yang datang membawa kabar-kabar buram. Semoga ketika sampai padaku saat ini atau suatu saat, engkau datang dengan senyum penuh kebahagiaan. Atau beri beri isyarat, agar aku bisa mensenyumimu saat engkau bertamu. Terima kasih. Ini salamku untukmu, awal tulisan malam ini. Malam pertama menulis kembali “ruang karya dunia maya” tercinta. motipeacemaker.blogspot.com

Entah apa yang seharusnya mesti dituangkan. Aku rindu menuliskan segalanya tentang cinta dan romansa yang tercipta dari tautan 2 hati yang saling mencintai. Kerinduan yang mungkin tak pernah buyar sebelum cerita cinta bersatu kembali, atau aku yang diakhiri oleh waktu. Menuliskan segalanya. Politik, pendidikan, sosial, agama, dan apapun. Terlalu lama waktu kering oleh ketidakberdayaan tentang segala hal yang telah terjadi.


Ini awal segalanya kembali. Aku menulis kembali tanpa apapun. Seperti dulu. Ketika aku diburamkan harapan dan tidak mempondasikan diatas apapun. Kecuali cinta pada pencipta kata-kata. Mungkin bukan waktu yang tepat. Tapi kapan lagi akan kembali. Waktu berjalan cepat dan secepat itu pula akan menggulung segalanya. Segalanya yang bahkan sudah luluh lantah. This is Time to comeback for writing. 

Huah, inilah kehidupan yang tak juga mampu dideteksi kapan menghadirkan kabahagiaan dan kapan nestapa datang. Dan kini pun ketidakjelasan itu datang tanpa kepastian apapun. Kecuali keyakinan bahwa mimpi-mimpi yang telah lama teryakini itu akan kembali dan menyiram waktu yang berjalan. Akan datang. akan datang. Akan datang kembali!

Malam-muram buram. Aku datang kembali seperti dulu yang tak bisa menikmati malam selain didepan layar dan tetesan air mata. 

salam
malam-malam buram

Komentar

  1. Halo, selamat datang kembali... Aku baru pertama dateng ke sini. Salam kenal ya.

    Wah ternyata kita samaan. Rindu menulis karena alasan-alasan. Ya sebenernya kalau udah kebiasaan nulis dan udah lama nggak nulis itu pasti kangen. Pasti. Cuma alasan-alasan itu selalu jadi penyebab kita jadi nggak bisa nulis. Entah nggak ada ide, nggak ada waktu, atau nggak ada yang lainnya.

    Kebiasaannya lucu juga. Tiap malam mantengin layar laptop sambil meneteskan air mata? Galau dong? :D

    Puitis banget ya kata-katanya. Cuma aku agak nggak enak denger kata yang "mensenyumi" di awal-awal. Aku lupa sih tentang kata imbuhan gitu, tapi seingetku kalau kata dasarnya s jadi ny ya? Maaf kalau aku salah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYA...,,kita belajar menuangkan ide dari sini...tapi menulis emang keren banget....

      oh iya..maaf..kayaknya emang salah...segera di edit

      Hapus
  2. selamat datang kembali moti..
    bahasa dalam tiap postingan mu selalu wah, semoga malam2 buramnya segera terang karna cahaya bulan... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiin.....terima kaish ucapannya

      Hapus
  3. sudah lama gak mampir ke blognya moti,
    tapi bahasanya tetap selalu wah, ini yang bikin gak bosan baca tulisannya.
    semoga malam-malam buram segera berlalu, sambut malam-malam terang yang disinari cahaya bulan.

    selamat datang kembali moti... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hadah..jangan diterusin!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

      ini membuat penulis semakin stres

      Hapus
  4. Moti lagi belajar move on.. keren, mulai nulis lagi ..

    seperti biasa, diksinya selalu tajam .. bener2 kaya aka kosa kata

    lanjutkan semangat menulis, jangan terhenti oleh apapun,,, jadikan menulis sebagai kebutuhan~

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh,,siapa bilang sedang belajar move on?

      iya...menulis harus menjadi kebbutuhan..makanya tiap hari nulis

      Hapus
  5. Puitis banget yach aku jadi terhanyut juga nih jdi ingat mlm2 yg terlewatkan begitu aja dgn keputusasaan :( ,, salam kenal dari gue J

    BalasHapus
  6. selamat datang kembali Moti, sang peracik kata yang selau aku sukai.
    jagan pernah membuat ruang karya mayamu ini kering tanpa karya2mu yang cadas!

    oh iya.. jangan sedih2 dong Mot. simpan air matamu..
    nangis di depan layar leptop itu bikin mata perih Mot.. mending nangis dalam khusyuk sujud ajah. tsah:) *dikasih peci*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihih...yang penting nggak nangis didepan emak....malu


      peci mana peci?

      Hapus
  7. Malam malam buram.. wah keren juga... moti kemana aja selama ini... sering nongol di blogku tapi maaf sy baru sempat melirik blog kamu... maaf yaaahhh... n selamattt kembali menulis lagi... keep spirrittt yuaaaa^^ lanjutkan dengan malam malam buram lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih...sedang menuju kesana..semoga nggak terus buram,,,tapi semangat terus membara

      Hapus
  8. baru pertama kali mampir di sini.
    bahasanya puitis banget ya.. aku suka iri sama orang2 yang bisa punya banyak bahasa2 atau kata2 yang puitis kaya gini. kasih tipsnya dong hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kagak ada tips nya bang...
      kadang-kadang cuma butuh menjadi bodoh...dan saya memang selalu berusaha sebodoh mungkin untuk menulis puisi

      Hapus
  9. selamat datang boi moti, saya rindu dengan kicauanmu yang indah di blogmu ini termasuk tulisan ini sangat aku kagumi, menulislah untuk dirimu sendiri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih bang....semoga menjadi come back yang baik

      Hapus
  10. Mas moti, walaupun saya belum saling mengenal sebelumnya. Tapi ga malasah kan kalau saya ngomong, Selamat datang kembali..
    Salam kenal ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga,,,terima kasih sudah bersedia datang

      Hapus

Posting Komentar