Hakikat Perintah dan Larangan Tuhan

Sambungan dari Kebaikan itu untuk Manusia

Hakikat perintah dan larangan itu tidak lain memang untuk manusia. Kalaupun mungkin faedah tersebut tidak atau belum diketahui, perintah dan larangan tersebut juga mesti berjalan. Andaikata Sholat itu tidak memiliki manfaat dalam kehidupan. Tidak lantas hal tersebut membuat kita lari dan tidak menjalankan perintah tersebut. Sebab saya sangat yakin, bahwa segala hal yang diperintahkan dan dilarang tersebut sangat berkaitan dengan kebaikan kehidupan manusia. Dan kita mesti introspeksi, bahwa ilmu yang kita miliki tidak ada satu tetes dari samudra ilmu yang dimiliki oleh Tuhan. Kebodohan kita saja yang tidak mampu menembus seluruh pengetahuan tentang faedah yang ada pada perintah kebaikan dan larangan kejelekan.
Hakikat Perintah dan Larangan : Moti Peacemaker
Kita nalar untuk mencapai tahap menyucikan Tuhan dalam benak kita. Betapa setetes ilmu yang dimiliki manusia saja sudah mampu menciptakan berbagai hal seantero jagad yang sebegitu canggih. Lantas bagaimana dengan samudera ilmu yang dimiliki Tuhan. Subhanallah.
Dan dalam setetes ilmu tersebut. Tuhan menyematkan sebuah ilmu untuk mengenalkan batapa sebenarnya kebenaran-Nya yang diperintahkan kepada manusia sangat berpengaruh pada kehidupan kita. Ilmu tersebut diteliti dengan sangat ilmiah dan bahkan orang yang non-Muslim pun memakainya dalam berbagai hal. Salah satunya soal puasa. Orang-orang dalam bidang medis pun mengakui bahwa puasa memang berpengaruh pada kesehatan manusia.
Puasa ini menjadi faedah bathin bila ditinjau dari bathin. Menjadi faedah lahir –jasmani- bila ditinjau dari segi lahir. Manfaat peribadan puasa secara bathin sangat luar biasa. Hal ini menjadi benar-benar teralisasi apabila kita benar-benar teguh dalam menginginkan makna puasa yang sebenarnya. Secara Dhohir, ibadah ini hanya sekedar tidak makan, tidak berkumpul suami ini dan lain sebagainya yang tidak diperkenankan dalam puasa. Namun sebenarnya, makna secara batiniyah yang terkandung dalam puasa sangat luar biasa.
Dari penalaran saya
Secara lebih terperinci. Puasa menjadi wilayah peribadatan manusia yang sangat luar biasa dalam memperindah jalinan kehambaan antara manusia dan Tuhan. Menahan nafsu untuk menghadirkan Tuhan dalam diri kita tanpa ada kontaminasi dari berbagai keinginan kita yang sering dibalut oleh nafsu. Dan nafsu tersebut yang pada akhirnya akan mampu menjadi penghalang kita menghadirkan Tuhan dalam diri kita sebab masih sibuk memikirkan nafsu kita. Dan apabila nafsu kemanusiaan sudah lepas, kita yang akan merasakan betapa fokusnya kita pada kehadiran Tuhan yang sangat dekat manusia.
Dan hakikat puasa adalah memuasakan diri dari segala hal yang berpotensi keluar dari nafsu. Itu taklid secara bathiniyah. Secara lahiriyah punya juga memiliki dampak yang postif bagi diri kita. Kalangan medis pun mengakui berbagai faedah yang terkandung dalam nilai puasa. Salah satu faedah atau manfaat yang mungkin dapat semakin meyakinakn kita bahwa segala hal yang diperintah dan dilarang oleh Tuhan ada untuk kebaikan manusia sendiri. Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Masih ada faedah dari berbagai perintah dan ada pula berbagai rahasia bahaya dalam larangan yang diberikan Tuhan. Kita tidak perlu meneliti, sebab informasi yang kita terima dengan ke akuratan yang bisa dibilang terjamin telah datang kepada kita dan kita yakini bahwa segala bentuk larangan pasti bermadhorot (cenderung bahaya). Apakah HIV AIDS itu itu disebabkan oleh orang yang rutin sholat? Atau rutin zakat? Atau rutin puasa? Tidak! Faktor pertama dan utama terjadinya penyakit ini adalah sex bebas. Dan sudah jelas hal tesebut  tidak diperkenankan dalam agama dan tentu saja dilarang Tuhan.
Adakah sebuah perintah yang pernah membuat kita semakin menjadi sosok yang penyakitan? Harusnya kita sadar akan hal ini . keberadaan manusia sebagai seorang hamba sangat dicintai oleh Tuhan. Tidakkah anda pernah berfikir betapa Tuhan memberikan kita berbagai hal yang tak akan pernah bisa kita tebus. Sebuah kebaikan seperti apapun tidak akan mampu menebus anugerah tak terhingga yang telah tersemat dalam diri kita. Masyaallah, Astaghfirullah, Subhanallah.
Yang mampu kita lakukan hanya berusaha dan terus mengharap selimut rakhmat dari Tuhan.
“Masyaallah, betapa meruginya manusia. Betapa tidak tau dirinya manusia dengan berbgai bentuk kebaikan dan anugerah  yang telah engkau sematkan kepada sosok yang Engkau jadikan khalifah dalam bumi-Mu nun indah ini, Tuhan. Maka kami, Tuhan. Kami, dari golongan manusia sangat mengaharp rakhmat dan pengampunan-Mu, wahai sang maha Pengasih dan Maha pengampun. Tak ada yang mempu ciptakan kebahagiaan hakiki kecuali rakhmat yang telah engkau berikan, Tuhan. Kami, manusia, sangat mengharap pengampunan dan Rakhmat-Mu Tuhan. Ighfirlana ya Robbana taqobbal minna innaka antassami’ul aliim. Watub alaina innaka antat tawwaburrohiim. Robbana dolamna anfusana wa illam tahgfirlana watarhamna lanakunanna minalkhosiriin. Amin”
“Apabila Engkau ampuni. Maka memang hanya Engkaulah yang maha pengampun. Tapi kalau Engkau tolak dan campakkan aku. Kiranya kepada siapa lagi aku, kami, kita semua akan bisa berharap. Hanya Engaku yang Maha Pengampun”
Syair dari Abu Nawas

Salam

Komentar

  1. keren nih artikel agamanya.. siip bang, bagi yang bermanfaat terus :D

    BalasHapus
  2. bener, aku setuju banget, Allah membuat suatu perintah ataupun larangan pasti untuk kebaikan umat-Nya, subhanallah

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita yang sok tau dan sok benar....
      pembangkang yang aneh

      Hapus
  3. Aamiin... sunnguh sangat merugi orang yang sudah melewatkan kesempatan ini..

    BalasHapus
  4. Allah memang perencana yg Hebat, semuanya sudah diatur sedemikian Rupa. ALLAHU AKBAR ('o')9

    BalasHapus
    Balasan
    1. lu anggota FPI ya bang :D

      allahhu akbar!! seks bebas emang nggak boleh yg boleh itu seks yang nggak bebas.. alias kawin dulu hehe

      Hapus
    2. lebih dari haebat bang erick :P

      Hapus
    3. elkekekekekeke..kalau seks nggak bebas mah dianjurkan

      Hapus
  5. RETWEET kak aseh!!
    Allah emang Maha Segalanya..

    Jadi sedih nih, Ramadhannya udah mau pergi tahun ini ;(
    minal aidin ya, semua, mohon maaf lahir batin :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. ho oh,,minta maaf sebanyak banyaknya

      Hapus

Posting Komentar