Tidak Ada Sekolah Yang Mencerdaskan (Part 2)


Pada postingan sebelumnya, saya sudah menuliskan argument yang menunjukkan betapa sekolah tidak mampu untuk mencerdaskan anak didiknya. Pada postingin ini yang akan di urai adalah bukti bahwa sekolah tidak memiliki kewenangan penuh atas cerdasnya anak didik.
Beberapa contohnya adalah Thomas Alfa Edison, Albert Einstein dan ilmuwan lain.
Semasa kecil Thomas Alfa Edison sempat divonis oleh gurunya sebagai siswa yang idiot. Bahkan setelah bersekolah selama 3 bulan ia pun dikeluarkan dari sekolah tersebut. Beruntung, ia memiliki seorang ibu yang penuh kasih, untukk mengajarinya membaca dan berhitung, sehingga kecerdasan Edison kecil masih dapat berkembang.
Dalam salah satu biografinya disebutkan bahwa, Edison berhasil membuat sekitar 3000 penemuan dan salah satunya ialah lampu pijar. Dalam menemukan lampu pijar, ia telah mengalami 999 kali kegagalan sebelum penelitiannya berhasil dipercobaan yang ke 1000. Sungguh keuletan yang luar biasa. Kalau saja Edison frustasi dan berhenti melakukan penelitiannya itu setelah mengalamai kegagalan yang ke 999, mungkin saja saat ini kita masih menggunakan obor sebagai penerangan.
Albert Einstein dikategorikan sebagai manusia paling cerdas di abad 19, 20 dan sampai sekarang. ketika kecil, ia harus mengalami perlakuan kasar dari petugas di kereta api saat berdagang di sana. Hal itu ia lakukan karena telah dikeluarkan oleh sekolah sebab dianggap bodoh. 
Berkat ketekunan membaca koran-koran bekas seusai berdagang dikereta api, memberikannya sedikit demi sedikit pengetahuan dan mengasah kecerdasannya yang luar biasa.
Setelah penemuannya “teori relativitas” dipublikasikan (1905) dia diakui sebagai orang cerdas bahkan tercerdas di Planet Bumi di abad 19 dan abad 20. Setelah meninggal (1955) otaknya diambil untuk diteliti, sampai sekarangpun otaknya masih tersimpan di Museum, semua karena kecerdasannya.
Adam Khoo adalah orang Singapura. Waktu kecil, ia adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV.
Ia pun dikenal sebagai anak bodoh. Ketika kelas 4 SD, ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura. Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh 6 SMP terbaik di sana.
Akhirnya ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura. Begitu terpuruknya prestasi akademisnya, tapi lama kelamaan membaik justru karena cemoohan teman-temannya, hingga akhirnya memperoleh kesuksesan di dunia bisnis.
Prestasi Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun. Ia telah memiliki 4 bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta. Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun. Ia berbisnis music box. Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura. Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura. Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.
Nah ! inilah bukti bahwa lewat sebuah comitmen dan keinginan yang kuat. Apa yang diinginkan akan berhasil diraih. Inshaallah. Juga membuka pandangan bahwa semua sekolah sama. Semua sekolah mencerdaskan. Dan tidak ada sekolah yang mencerdaskan.

-Pernah dimuat di majalah WASKITA bulan Agustus 2012. (Satu tulisan dengan Part 1)

Moti Peacemaker

Komentar

  1. Makin exis ae rek...memang, sekolah hanya sekedar ikhtiar

    BalasHapus
  2. Kalau gue sih, sekolah lebih mengajarkan akan hidup sosial. dan kayaknya kata 'Tidak Ada' lebih cocok diganti sama 'belum semua' deh bang :D

    IMHO~

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau begitu...aku ganti TIDAK (AKAN PERNAH) SEMUA SEKOLAH YANG MENCERDSKAN....
      kalau tidak semua, itu psasti....pasti tidak akan semua sekolah itu bisa mencerdaskan...
      perhitungan per lemabaga saja kita harus berfikir ulang...
      sebab, faktor terkuat adalah diri sendiri dan kekuasaan Tuhan

      Hapus
  3. keren postingannya !
    setuju deh, semuanya tergantung komitmen dan keinginan. tokoh2 seperti thomas, einstein sangat cocok dijadikan inspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. ehehehehe..bukan berarti saya mengajak untuk sebuah pergerakan tanpa sekolah...akan tetapi kesadaran bahwa kita elang....atau kita ini macan itu yang mesti diketahui...
      sebab, bila kita tidak sadar bahwa yang bisa kita lakukan adalah menggerakkan diri kita..kita akan berpangku tangan untuk digerakkan orang lain...walllahu a'lam

      Hapus
    2. hehe..iya benar. intinya harus optimis

      Hapus
    3. ehehehehehe..harus itu mah

      Hapus
  4. Sebagai calon guru aebdnarnya saya agak miris ya, tapi walau gimana pun sekolah tetap brpengaruh, nah liat aja kenyataannya, sekolah aja blum cerdas apalagi gak sekolah. Susah juga klau dibandingkan dgn ilmuwan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebuah pemikiran akar yang seharusnya di cari sisinya terlebih dahulu...
      why?
      sebab, belajar itu tidak harus dngan sekolah...pergerakkan optimalisasi belajar yang mesti benar2 ditumbuhkan...
      pemanfaatan apa yang ada...
      kita mesti belajar bebas..ditngah kenetralan

      Hapus
  5. sekolah itu buat nuntut ilmu... hasilnya yah tergantung kita sendiri dan nasib

    sama seperti nama yg km.sebut mereka idiot waktu bersekolah...tapi nasib nya bagus hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. jiah,,,nasib bahasanya..itu kektentuan bang :P

      Hapus
  6. tapi semuanya tergantung individunya sih brow. mau bener waras atau pura2waras. jika pengen waras pasti semuanya bisa di jadikan tempat untuk mencerdaskan dirinya sendiri, tanpa terkecuali apalagi sekolah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, itu kan lahir dari diri sendiri

      Hapus
  7. em tergantung komitmen..bagaimanaa harus bersikap pada keadaan,,,lebih setuju pada postingan part satunya (http://motipeacemaker.blogspot.com/2013/01/tidak-ada-sekolah-yang-mencerdaskan.html). menguatkan argumen untuk part yang kedua ini

    BalasHapus
  8. yg paling penting liat dulu siapa orangnya ...
    rajin atau tidak ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, ya harus rajin..lawong penentunya diri sendiri

      Hapus
  9. bisa di bilang sekolah itu hanya membantu murid-murid untuk mengembangkan bakatnya..
    semua tergantung pada pribadi masing-masing.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju....sekolah itu penggerak..

      Hapus
  10. Masalah bukan terletak pada sekolah atau tidaknya, tapi kayaknya lebih terletak pada tekun atau tidaknya seseorang. :D
    Salam kenal!

    BalasHapus
    Balasan
    1. la...itu7 kan yang sudah saya bahas di part 1 ...silahkan dibaca...

      salam kenal juga

      Hapus
  11. setuju sama pendapatnya nizam, sekolah itu mengajarkan gimana cara kita bersosialisasi serta berinteraksi terhadap sesama :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip...pengamen juga gitu...
      sosialisi itu berada dalam bnayak keadaan

      Hapus
  12. hmm ..
    boleh juga yah ..
    berarti semuanya kembali kepada masing2 tekad siswa aja ...
    serta motivasi mereka

    BalasHapus
  13. berbeda zaman berbeda tindakan, mungkin ini sedikit kata dari gua .
    untuk di zaman sekarang ini, dengan peraturan pemerintah yg dibuat yg mengharuskan kita bersekolah tinggi .
    walaupun banyak pengusaha yg sukses disini, tapi karakteristik orang Indonesia cenderung banyak perhitungan .
    nah itu penghambat untuk menjadi pengusaha sukses.

    ngerti kan yg gua omongin ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngerti..tapi ini bukan soal pengusaha...
      kita bicara soal perkembangan jalan pemikiran

      Hapus
  14. semua sekolah itu sama, yang membikin spesial suatu sekolah itu ya siswa itu sendiri. dan menurut gue sekolah itu gak cuma mendidik agar siswanya cerdas tapi juga mendidik agar siswanya memiliki karakter bangsa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wiiissss!!! bisa jadi
      akan tetapi fakta yang dityunjukkan terkadang tidak sesuai dengan apa yang terjadi

      Hapus
  15. ada kok, sekolah itu mencerdaskan karena bisa memberi kesempatan seorang jomblo seperti anda mendapat kecerdasan untuk mendapat pacar

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan memberi kesempatan..takdir berakat demikian

      Hapus
    2. berarti takdir yang berakat kecerdasan

      Hapus
  16. *intropeksi dir* semoga bisa dapet semangat abis baca post ini^^

    BalasHapus
  17. hahahahah tergantung orang nya juga kali ya

    BalasHapus
  18. saya stuju klo skolah tdk mnjamin seseorang tuk cerdas. tp minimal skolah tlah mngajari kt brsosialisasi. kt bs punya tmn dsana. kt jg bs mndapat pngalaman hidup.
    dan lg pula cerdas itu hnya tuk org yg mau brfikir...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebab itulah..akan tetapi optimalisasi yang kini terjadi sering bersebrangan

      Hapus
  19. ENak kali baca postingan ini, mengalir aja bacanya, tiba tiba tamat.....
    Tapi kalo menurut saya, sekolah memang penting, banyak juga orang sukses karena sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ehehehehehehe.karena banyak yang sekolah

      Hapus

Posting Komentar