7 Hari Mencari Tuhan (part 2)

Hhehehehe..bagi yang belum baca..ini cerita sebelumnya....(7 Hari Mencari Tuhan)

http://3.bp.blogspot.com/_YofcHr6aUgY/TEXuai3F-iI/AAAAAAAAAFA/d6SXVdhvTlE/s1600/asu.jpg
Tangan lembut seseorang membangunkan joki dari tidurnya malam ini. Bulan masih mendominasi suasana. Matahari belum datang mengambil alih kerja Bulan yang belum selesai. Joki pun terbangun, ia masih belum sadar bahwa ada yang membangunkannya. Matanya belum terbuka lebar sebelum melihat lelaki berjenggot panjang berdiri di hadapannya. Ia langsung membuka lebar-lebar matanya, dan dengan respond cepat, joki berdiri.
“ apakah anda adalah Tuhan ?” Tanya joki cepat
“ hem…kau ini bicara apa ?” jawab orang berjenggot panjang itu sambil tersenyum kecil ” aku bukanlah Tuhan. Kau tak bisa membayangkan Tuhan itu seperti apa. Dan jangan pernah membayangkan bahwa Allah itu seperti manusia ini. Aku hanyalah manusia biasa yang diciptakan Tuhan untuk menyembah pada-Nya. Tapi aku bisa bertemu dengan Tuhan” terusnya.
“ bagaimana caranya, tuan ?” Tanya Joki girang.
“ apa kamu banyak mengerti tentang Agamamu sendiri”
“ aku tak banyak mengerti tentang agamaku, bahkan aku juga tak banyak tahu. Aku hanya bisa melaksanakan kewajibanku sebagai penganut agamaku”
“ ikutlah denganku, akan kutunjukkan kau jalan bertemu dengan Tuhan”
“ benarkah ?” joki girang tak karuan, dadanya berdegup kencang. Ia tak menyangka bahwa kainginannya sebantar lagi akan jadi kenyataan. Yang dijawab dengan anggukan.
Lelaki berjubah putih itu melangkahkan kakinya santai. Joki yang mengikuti jalan lelaki itu juga melangkahkan kakinya santai. Namun dalam hatinya sudah tak sabar ingin bertemu dengan Tuhan. Dan ingin cepat-cepat sampai tujuan dan dapat melihat Tuhan secara langsung.
Derai air menyambut kedatangan joki. Sebuah sungai yang teramat bening menghentikan langkah kaki lelaki itu. Joki pun mengikutinya.
“ dimana Tuhan, tuan ?” Tanya joki tak sabar
“ ambil lah air itu untuk membersihkan dirimu. Mandilah, dan sucikan dirimu menurut agamamu. Aku akan menunggumu di atas”.
“ katanya aku akan Tuan pertemukan dengan Tuhan ?” Tanya joki yang sudah mulai tak sabar.
“ sudahlah, ikuti apa yang kuminta, jangan banyak bertanya. Apa kau akan bertemu dengan tuhan dengan tubuh yang kotor seperti ini”
“ tapi, setelah ini, aku akan bertemu dengan Tuhan kan ?” joki kembali bertanya.
“ sudahlah, kau ikuti saja apa yang kuperintahkan”
Joki terdiam mendapat jawaban yang lugas itu. Ia tak berani kembali bertanya. Karena takut petunjuk untuk bertemu Tuhan akan hilang begitu saja Bila orang ini marah. Joki pun melaksanakan apa yang diperintahkan oleh lelaki itu.
Joki selesai membersihkan tubunya. Joki kembali mengikuti langkah laki-laki yang membangunkannya. ini adalah jalan kembali menuju rumah tadi. Pikir joki. Joki segera menghapus pertanyaan-pertanyaan aneh yang datang begitu saja menghinggapi dirinya. Tampaknya orang ini bukan orang sembarangan. Gumamnya.
Ternyata orang ini membawa kembali joki kerumah yang yang ia temui tadi malam. Pintu rumah itu dibuka. Joki pun ikut masuk kedalamnya. Dan menakjubkan. Dalam rumah ini begitu luas. Tak sebanding dengan apa yang terlihat dari luar. Tampak kecil dan jelek. Namun dalamnya seperti istana.
“ terang sekali rumah ini. Namun mengapa tak ada lampu sama sekali yang terlihat. Bangunan yang tak pernah kulihat sebelumnya. Wah…apakah ini istana Tuhan ?. ucap joki pelan Karena takjub
Joki terus mengikuti langkah laki-laki tadi. Laki-laki yang berperawakan seperti Syaikh Maulana Hisyam Al-Kabbany ini. Laki-laki itu masuk dalam sebuah ruangan yang tak berpintu. Ruangan yang dipenuhi kaligarfi-kaligrafi indah layaknya kaligrafi-kaligrafi karya A. Musthofa Bisri. Kaligarfi besar menempel di dinding batas ruangan. الله. Tulian yang begitu indah. Bercahaya. Mungkin hanya akan ia temui sekali ini saja dalam seumur hidup.
Laki-laki itu berhenti. Sajadah panjang nun indah terhampar dalam ruangan itu. hitam menyala. Laki-laki itu pun memandangi wajah joki seperti ingin mengatakan sesuatu. Namun joki terlebih dulu melontarkan Tanya pada laki-laki yang diikutinya sedari tadi itu.
“ wahai tuan, ruangan apakah ini ”
“ ini adalah tempat aku merintis pertemuanku dengan Tuhan. ikutilah aku tanpa ada pertanyaan yang harus keluar dari mulutmu itu, joki”
Joki pun hampir tak kuasa dengan spontanitas ingin bertanya darimana ia tahu namanya. Namun,  dengan sigap ia dapat mengontrol mulutnya dari pertanyaan-pertanyaan yang hampir saja keluar.
Laki-laki itu melakukan takbir diatas sajadah indah nan mengkilap. Joki pun mengikuti apa yang dilakukan laki-laki itu. joki agak mengerti.
“Mungkin sholat ini adalah sholat Tahajjud yang pernah ia dengar sebelumnya dari orang-orang yang mengobrol di warung dekat rumahnya. Yang dilakukan pada malam hari. Ya mungkin !. pikir joki.
Laki-laki itu berhenti sholat. Setelah selasai melaksanakan beberapa rakaat sholat. Namun laki-laki tak lantas meninggalkan tempat sholatnya. Orang itu langsung duduk bersila ditempat yang baru saja ia gunakan sholat. Dzikirnya yang keras nan merdu membuat Joki ikut melantunkan dzikir yang sama sekali belum pernah ia dengar. Namun, dengan mudah joki bisa mengikuti dzikir-dzikir cepat yang menggunakan bahasa Arab itu. joki pun bingung bagaimana bisa ia dapat mengikuti dzikir-dzikir cepat nan merdu itu. Padahal ia belum sekali pun mendengarnya.
Dzikir yang lama itu pun berakhir. Laki-laki itu mengahadap kebelakang. Menatap joki yang kurus kering itu. laki-laki itu bertanya pada joki yang seperti masih bertanya-tanya, dimanakah Tuhan.
“ kamu tahu dimana Tuhan ?.”
“ tidak, maka dari itu, aku mencari sampai disini.”
“ kamu ini lucu, apa yang membuatmu yakin bahwa Tuhan bisa kau temui dan mengapa kamu mencari sampai disini. ”
“ya…karena Tuhan itu ada, maka aku yakin bahwa Tuhan bisa ditemui. Dan mengapa sampai disini aku pun tak tahu. Aku hanya berjalan menuriti langkah kakiku. Dan aku yakin Tuhan itu dekat”
“ bagaimana kalau Tuhan itu ada di Negara lain, ada di afrika, negara-negara eropa sana semisal. Tapi yang saya suka adalah kata-katamu bahwa Tuhan itu dekat. Itu pernyataan yang saya anggap bagus. Tuhan itu dekat.”
“ lalu, bila Tuhan itu dekat. Mengapa aku belum pernah melihatnya?”
“ pertanyaan yang sangat indah. Kalau menurut saya. Tuhan itu terlalu dekat untuk kau lihat. Hingga kau tak bisa melihatnya.
“apa maksud anda dekat hingga tak bisa dilihat ?”
“perumpamaannya adalah blobok yang ada dimatamu. Kamu hanya akan bisa merasakan tanpa bisa melihatnya. Kita butuh cermin untuk melihatnya. Dan untuk dapat bercermin. Kita harus membelinya terlebih dahulu. Begitu pula dengan Tuhan. Tuhan hanya bisa kau rasakan tanpa bisa kau lihat. Dan kita butuh cermin untuk memantulkan bentuk Tuhan itu seperti apa. Dan untuk mendapatkan cermin itu, kita harus membeli terlebih dulu. Dengan amalan-amalan kitalah cermin dapat melihat Tuhan itu dibeli. Banyak-banyaklah beramal bila ingin mendapat cermin yang bersih dan dapat memantulkan bentuk yang jelas. Dan yang saya akan katakan inilah yang seharusnya kamu ketahui bila ingin melihat Allah, apakah kamu ingin tahu ?” Tanya orang itu semakin membuat joki penasaran.
“ tentu aku ingin tahu, apa itu tuan ?”
“ sebelumnya aku ingin kembali bertanya padamu. Kamu tahu bahwa Dunia ini hanya persinggahan untuk mengambil tiket bertemu dengan Allah dan merasakan keindahan yang sebenarnya ?.”
“ ya aku tahu itu. lebih tepatnya pernah dengar
“ kunci untuk bertemu tuhan adalah memilki cermin itu tadi. Dan cermin membutuhkan cahaya untuk dapat menghasilkan bentuk yang jelas, cermin membutuhkan cahaya. Dan didunia ini tidak ada cahaya yang dapat memantulkan bentuk Tuhan. Cahaya itu hanya ada di akhirat nanti. Dan ini tidak engkau sadari sama sekali selama ini. Disinilah kesalahanmu. Maka perjalananmu mencari tuhan selama ini adalah sia-sia. Karena dunia terlalu gelap untuk memantulkan bentuk Tuhan. Maka, bila kamu benar-benar ingin bertemu Tuhan. Belilah cermin. Dan pergunakan di Akhirat nanti “
Joki terdiam. Air matanya mengucur deras. Tubuhnya lemas tak berdaya. Mungkin penyesalan dalam dirinya ingin bertemu dengan Tuhan dalam gelapnya dunia itu lah yang membuatnya menangis. Joki dengan ketidak berdayaannya bersujud diatas sajadah yang menghampar dilantai istana ini.
“ya Tuhan….aku telah berdosa besar pada-Mu Ya Tuhan. Ampunilah aku wahai Tuhanku. maafkan Aku YA ALLAH” joki bersujud berderai air mata. Air matanya tak henti mengalir. Penyesalannya membuatnya hingga tak sadarkan diri.
***
Joki bangun dari pingsannya, ia kaget melihat atap yang tak asing lagi baginya ini. Ini adalah kamar rumahnya. Matahari sudah melaksanakan kerja dijamnya. Joki pun kaget bisa dapat berada disini. mengapa aku ada disini. Bukankah aku sebelumnya ada di istana bersama laki-laki itu. apakah ini hanya mimipi. tapi ?. joki mencoba untuk duduk. Tiba-tiba teriakkan keras terdengar dari pintu kamarnya.
“ joki sudah bangun”
Dengan cepat, orang-orang bergerombol masuk ke kamarnya. Ia semakin bingung.  Mengapa aku ada disini. Pikir joki. dan apakah yang terjadi tadi itu tidak hanya mimpi belaka. Joki bingung tak karuan memikirkan apa yang tlah terjadi tadi, hingga ia berada disini.
“ mengapa aku disini” Tanya joki pada ibunya yang telah berada disampingya.
“ kamu tadi pagi tiba-tiba ada dimasjid. Kamu dari mana saja ki, ngapain saja kamu 7 hari nggak pulang.” Tanya ibu sukinah dengan air mata yang mengucur deras.
“ AKU MENCARI TUHAN”
Semua orang yang ada disitu terdiam tak bisa berkata-kata dengan apa yang baru saja diucapkan Joki. Semua menoleh kanan kiri untuk meminta tanggapan dari mereka. Namun, dari mereka hanya bisa menggelengkan kapala. Dan pertanyaan besar yang belum terjawabkan mengkristal dalam pikiran mereka semua.

‘Moti Peacemaker

Komentar

  1. Kalau jelak bilang jelek..soalnya itu fakta

    BalasHapus
  2. wah, cepet banget ya lanjutannya..
    keren kok ceritanya.. :)
    ada pesan banyak pesan buat kita, salah satunya yaitu Allah itu selalu dekat dengan kita dimanapun kita berada.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada gunanya juga ternyata yaks...kirain kosong

      Hapus
  3. sampai detik ini saya belum bisa buat cerita semacam itu, terlalu kompleks.. hebat lo bang ,bagus .

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini pujian atau maikian..wkwkwkwkwkw
      terima kasih kawan

      Hapus
  4. dari segi cerita bagus kooook....
    tapi lebih diperhatikan EYDnya, besar kecil huruf sama perletakan spasi, ada beberapa yang kurang.
    overall bagus kok..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ehehehehehehe...ini soalnya di tulisa dah lama banget...
      dan intinya belum mengerti kaidah tulis menulis...

      terima kasih kunjungan dan sarannya

      Hapus
  5. hmm tuhan ada 1 , umat nya banyak .. setiap hari ditemeni o.o hebat deh tuhan itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang..luar biasa
      diluar nalar manusia

      Hapus
  6. aku belum baca part 1, ntar deeh ku baca dulu part 1 nya :)

    BalasHapus
  7. bagus kok, ada satu pesan moral yang gua ambil .
    soalnya di zaman sekarang ini banyak orang sibuk untuk membuktikan keberadaan Tuhan, sedangkan mereka sendiri tak sadar bahwa mereka malah tidak mengenal Tuhan-Nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. eheheehehehehe..saya hanya berpesan pada diri saya sendiri bahwa tuhan itu dekat

      Hapus
    2. bner banget tuh :))
      nih dapet sesuatu dari gue =>> http://empatbelass.blogspot.com/2013/02/sunshine-award.html

      Hapus
    3. ini apa maksudnya mbak?

      Hapus
  8. kompleks banget ceritanya.. shiiitt aaahh.. pengen buat cerita kek gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. amburadul bang cerita ini....mungkin harus diedit penuh

      Hapus

Posting Komentar